News
Kesehatan 26 August 2022

Gaya Hidup Sehat Selepas Pandemi

Meski pandemi hampir berlalu, Anda tetap perlu menjalankan gaya hidup sehat untuk mempertahankan imun tubuh agar selalu kebal terhadap berbagai serangan virus dan penyakit lainnya. Setelah beradaptasi selama dua tahun terakhir, banyak masyarakat yang didorong untuk mempertahankan pola hidup sehat.

Baca Juga: Maksimalkan Kualitas Hidup Anak dengan Preimplantation Genetic Testing for Monogenic Diseases (PGT-M)

Keputusan tersebut bukan hanya membantu Anda pulih dari terkena penyakit COVID-19, tetapi juga menjaga daya tahan tubuh supaya senantiasa kuat hadapi serangan penyakit.

Membedakan Pandemi dengan Endemi

Saat diumumkan, Covid-19 seringkali dirujuk sebagai pandemi. Memasuki 2022, kini virus tersebut lebih sering disebut sebagai endermi. Apa perbedaan diantara kedua istilah tersebut?

Pandemi merupakan wabah yang terjadi di seluruh dunia atau ruang lingkupnya internasional dan sulit dikendalikan. Pengertian ini sama persis dengan kejadian Covid-19 yang mewabah begitu cepat sehingga sulit sekali ditangani dalam waktu singkat.

Sementara itu, endemik merupakan wabah yang melanda sebagian wilayah kecil, tetapi dengan dampak yang cukup fatal. Contoh dari endemi ini adalah wabah malaria, demam berdarah, campak, dan berbagai jenis penyakit lainnya.

Membudayakan Gaya Hidup Sehat

Saat pandemi Covid-19 menyebar, salah satu tindak pencegahan yang diterapkan adalah disiplin gaya hidup sehat. Protokol kesehatan ini membuat banyak orang semakin terlatih menjalankan gaya hidup yang sehat demi bisa menghindari paparan virus berbahaya tersebut. Untuk mencapai gaya hidup sehat, terdapat beberapa upaya yang dapat Anda lakukan sejak dini, diantaranya:

1.    Penuhi Kebutuhan Air Putih Harian

Tubuh manusia terdiri dari 70% air. Dengan demikian, Anda perlu memenuhi kebutuhan harian air putih untuk memastikan metabolisme tubuh berjalan dengan baik. Pada orang dewasa rata-rata, konsumsi air putih yang disarankan adalah 2 liter.

2.    Berikan Tubuh Waktu Istirahat yang Cukup

Tubuh membutuhkan waktu tidur untuk melakukan proses regenerasi sel dan memberikan jeda pada organ untuk beristirahat. Dengan gaya hidup Work From Home (WFH), tidak jarang orang mengerjakan tugas mereka hingga larut malam. Hal ini akan menyebabkan daya tahan tubuh menurun, emosi yang tidak stabil, dan kurangnya kemampuan untuk fokus. Di usia dewasa, Anda harus tidur minimal delapan jam sehari agar kondisi fisik dan psikis selalu prima.

3.    Konsumsi Gizi Seimbang

Asupan makanan bergizi dengan porsi seimbang sangat penting untuk menunjang kesehatan. Tubuh membutuhkan karbohidrat, lemak, dan protein sebagai dasar energi, namun tubuh juga membutuhkan vitamin, mineral, dan serat. Jadi, jangan malas mengkonsumsi sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan untuk menyempurnakan asupan gizi bagi tubuh.

4.    Rutin dan Konsisten Berolahraga

Rutin berolahraga proses pengantaran oksigen dan nutrisi ke jaringan tubuh dan sistem peredaran darah berjalan lebih lancar, sehingga Anda bisa memiliki lebih banyak energi untuk melakukan kegiatan sehari-hari.

Karenanya, konsistensi dalam rutinitas olahraga juga baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Anda dapat melakukan olahraga dalam rumah seperti senam lantai, yoga, pilates, dan angkat beban, atau juga melakukan cardio luar ruangan seperti jogging dan renang. Olahraga manapun yang Anda pilih, upayakan untuk dilakukan setidaknya 150 menit tiap minggunya dalam 3–5 hari.

5.    Kontrol Berat Badan Ideal

Menjaga pola makan dengan benar dan berolahraga secara teratur dapat membantu Anda mengurangi risiko terjadinya penyakit diabetes dan mempertahankan berat badan yang ideal.

Baca Juga: Layanan Ruang Fertilitas Online pada HUT-24 Morula Indonesia

Bila Anda sedang berusaha menaikkan atau menurunkan berat badan menjadi ideal, makan makanan dengan gizi seimbang bisa membantu Anda mencapainya. Rutinlah mengonsumsi setidaknya 5 porsi buah dan sayur setiap harinya. Makanan yang rendah kalori namun tinggi nutrisi ini dapat membantu Anda mencapai berat badan yang ideal dan mempertahankannya.

Selain itu, penting juga untuk memulai hari dengan sarapan yang sehat, misalnya dengan susu rendah lemak atau gandum utuh. Jika Anda tidak sarapan, gula darah akan cenderung meningkat, sehingga lemak dalam tubuh juga meningkat. Jadi, usahakan untuk tidak melewatkan sarapan, ya.

Tidak hanya itu saja, Anda juga perlu untuk mengurangi minuman manis, seperti soda dan minuman kemasan, makanan tinggi lemak seperti makanan cepat saji, dan kudapan manis yang biasanya dalam kemasan. Pastikan asupan nutrisi yang Anda konsumsi alami dan sehat.

6.    Mengelola Stres dan Emosi

Stres berkepanjangan ternyata rentan menurunkan daya tahan tubuh. Ditambah lagi, kesehatan mental yang buruk dapat menguras energi dan fokus Anda, meningkatkan risiko terjadinya penyakit baik dari penurunan daya tahan tubuh hingga timbulnya kebiasaan buruk seperti makan berlebih atau konsumsi alkohol.

Untuk mengelola stres dan emosi, 5 kebiasaan sehat di atas juga dapat Anda gunakan. Tidur yang cukup akan memberi Anda cukup energi untuk berkonsentrasi, dan pemenuhan kebutuhan air putih, gizi seimbang, serta rutin berolahraga akan sangat membantu dalam mengontrol berat badan ideal yang sangat baik untuk kepercayaan diri Anda. Karenanya, kesehatan mental Anda sama pentingnya dengan kesehatan fisik.

7.    Memberi Batasan pada Kebiasaan Buruk

Tidak dapat dipungkiri beberapa kebiasaan buruk hadir dari kegemaran atau tuntutan pekerjaan, sehingga sering kali terjadi kebiasaan buruk yang susah dilepaskan. Beberapa kebiasaan buruk yang patut dihentikan demi memaksimalkan pola hidup sehat yaitu:

  • Konsumsi alkohol, rokok, dan makanan siap saji.
  • Begadang atau lembur kerja hingga larut malam.
  • Gaya hidup minim gerak (sedentari).

Tetap Wajib Masker

Indonesia memulai era baru di masa pandemi Covid-19 pada Rabu, 18 Mei 2022 silam. Sejak tanggal tersebut, pemerintah telah memberlakukan bebas masker. Hal ini juga disampaikan oleh Dicky Budiman, epidemiolog dan peneliti Indonesia dari Universitas Griffith, Australia, yang mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah dan selalu berhati-hati dalam merespon kebijakan penghapusan pemakaian masker di luar ruangan.

Dicky menambahkan bahwa kewaspadaan tersebut datang dari pertimbangan dimana jumlah penerima vaksin booster Indonesia yang masih rendah dibandingkan negara-negara lain yang sudah membebaskan masker.

Dicky juga mengingatkan pemerintah untuk memberi penjelasan lebih lanjut kepada masyarakat mengenai perihal apa saja yang sebenarnya diperbolehkan dan tidak diperbolehkan terkait kebebasan memakai masker. Meski kini masyarakat diperbolehkan tidak memakai masker di ruangan luas dan terbuka, masker tetap diperlukan untuk kondisi tertentu, misal pada saat kerumunan padat atau dalam ruangan tertutup bersama banyak orang.

Memakai masker adalah satu gaya hidup sehat yang mudah, murah, dan efektif dalam mencegah penularan penyakit yang disebarkan melalui udara seperti Covid-19. Dengan menggabungkan disiplin protokol masker serta cakupan vaksinasi yang memadai, Anda juga dapat melindungi diri lebih baik lagi untuk masa endemi ini.

Baca Juga: Intip Cara BMHS Meningkatkan Kinerja Tenaga Kesehatan

Ketahui tips gaya hidup sehat dan layanan pendukung dari BMHS di sini, serta tindakan CSR mereka di sini. Ikuti juga informasi aset mereka di laman ini.

LinkedIn
Facebook
Twitter

Stay in touch with us!

Let’s keep you informed with our latest projects and news.