News
Kesehatan 01 August 2022

Bunda Lahirkan Generasi Sehat dan Cerdas

Indonesia merupakan negara yang masih mengalami masalah pertumbuhan pada bayi dan anak termasuk stunting, dimana balita mengalami kondisi gagal tumbuh akibat dari kekurangan gizi kronis. Untuk menyelesaikan masalah tersebut, Bundamedik Healthcare System (BMHS) ikut berupaya melahirkan generasi sehat dan cerdas, dengan salah satu caranya adalah melalui inovasi produk Grofato.

Baca Juga: BMHS Utamakan Kompetensi Perawat dan Bidan untuk Layanan Optimal

Masalah Pertumbuhan Generasi Indonesia

Masih banyak anak di Indonesia yang mengalami weight faltering atau kondisi gagal tumbuh yang dalam jangka panjang akan berujung dengan stunting. Dikutip dari publikasi Dinas Kesehatan Bali, kondisi ini terjadi pada bayi di bawah 5 tahun akibat dari kekurangan gizi kronis. Kondisi ini ditandai dengan tinggi badan anak yang terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi dapat terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah bayi lahir, namun seringkali akan lebih signifikan terlihat setelah bayi berusia 2 tahun.

Stunting sendiri tidak hanya disebabkan oleh gizi buruk ibu hamil maupun balita. Setelah kelahiran, 1000 hari pertama kehidupan (HPK) anak balita adalah durasi yang sangat berpengaruh pada pertumbuhan lanjut sang anak. Untuk mencegah stunting pada balita Anda, hindari faktor-faktor berikut:

  1. Praktek pengasuhan yang kurang baik hingga kurangnya pengetahuan orang tua mengenai kesehatan dan gizi sebelum dan selama kehamilan, hingga setelah melahirkan sangat mempengaruhi proses pertumbuhan anak.
  2. Keterbatasan untuk layanan kesehatan ibu dan anak masa kehamilan, setelah melahirkan, dan pembelajaran dini yang berkualitas.
  3. Kurangnya asupan gizi dan nutrisi yang wajib anak dapatkan.
  4. Kurangnya air bersih yang telah disanitasi.

Akibat Stunting bagi Anak

Stunting diakibatkan oleh berbagai faktor, dan akibat dari kondisi ini juga tidak hanya mempengaruhi pertumbuhan fisik anak. Ketahui akibat stunting lebih dalam dari penjelasan berikut.

1. Gangguan Kognitif

Sejumlah penelitian menemukan bahwa anak dengan kondisi stunting memiliki kemampuan kognitif dan tingkat fokus yang rendah. Hal ini juga dapat mempengaruhi proses pembelajaran dan prestasi akademik secara negatif.

2. Kualitas Kesehatan Buruk

Para peneliti masih mencari tahu penyebabnya, namun seringkali anak dengan kondisi stunting mengalami penyakit tidak menular saat dewasa nanti seperti penyakit jantung, obesitas, dan hipertensi.

Selain itu, malnutrisi yang dialami juga berujung pada kekebalan tubuh anak menjadi lebih rendah dari rata-rata dan membuat anak lebih rentan mengalami penyakit infeksi berulang.

Baca Juga: Diagnos Luncurkan Pemeriksaan Genetik DNAandMe

3. Performa Rendah

Dengan penurunan kualitas kognisi dan kesehatan anak di masa dewasa mereka, hal ini juga mempengaruhi kemampuan dan produktivitas kerja mereka. Performa rendah berujung pada penghasilan ekonomi yang lebih rendah, sehingga kondisi stunting sangat perlu ditangani sejak dini.

Salah satu bentuk pencegahannya dapat dilakukan dengan memastikan ibu hamil memiliki asupan makanan yang cukup. Orang tua juga perlu melakukan kontrol kehamilan secara teratur dengan dokter atau tenaga kesehatan. Setelah masa kelahiran, pantau status gizi anak secara konsisten hingga usia 2 tahun.

Penting juga untuk memberikan ASI eksklusif pada 6 bulan pertama kehidupan anak, dilanjutkan dengan makanan pendamping ASI (MPASI) yang tepat.

Atasi Gangguan Penambahan Berat Badan dengan Grofato untuk Menjadi Generasi Sehat dan Cerdas

Salah satu persiapan awal yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi gangguan stunting adalah dengan memastikan konsumsi Ibu hamil terpenuhi. Ibu harus mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang selama kehamilan, bahkan sebelum masa kehamilan, untuk memastikan bahwa janin akan mendapat nutrisi yang optimal di dalam rahim.

Untuk persiapan yang lebih baik, orang tua juga dapat rutin melakukan konsultasi kesehatan anak. Jadwalkan konsultasi dengan tenaga medis profesional seperti perawat atau dokter yang dapat membantu memeriksa kesehatan anak dan memberikan saran terbaik.

Setelah masa kelahiran, Anda juga perlu memastikan konsumsi nutrisi dan gizi Anak tetap terpenuhi. Digagas di masa pandemi pada akhir 2020, Grofato (grow fast gelato) merupakan salah satu produk Sooki, berupa gelato atau es krim yang dibuat dari susu berprotein dan kalori tinggi.

Produk Gelato berkalori tinggi ini merupakan alternatif asupan bagi anak berusia lebih dari satu tahun. dr. Tiwi, salah seorang dokter spesialis anak RS Bunda Group, menyatakan bahwa produk ini lebih berfungsi sebagai suplemen pendamping atau cemilan, dan bukan menggantikan makan yang penggunaannya memerlukan petunjuk atau atas saran dokter.

Produk ini sangat direkomendasikan bagi anak yang memiliki risiko tumbuh kecil atau perlu mengejar berat badan yang sesuai dengan usianya. Grofato juga dapat menjadi alternatif yang menarik bagi anak yang tidak menyukai susu. Konsumsi Grofato bisa disiasati dengan menggabungkannya bersama roti, pancake atau jadikan cocolan bersama waffle untuk melatih anak mengkonsumsi makanan sehat seiring pertumbuhannya.

Di kesempatan sama, dr Ivan Rizal Sini SpOG, selaku Komisaris Utama PT Bundamedik Tbk yang menaungi RS Bunda Group menambahkan, Grofato merupakan salah satu cara approach (pendekatan) yang tidak membuat orang tua stres dalam memenuhi kebutuhan nutrisi guna menunjang pertumbuhan anak.

Produk Grofato terdiri dari berbagai komponen nutrisi untuk membantu perbaikan tumbuh kembang anak. Grofato juga telah terbukti membantu mengatasi gangguan peningkatan berat badan anak-anak yang dirawat di RSIA Bunda Jakarta pada tahun 2020.

Begitu Grofato memperoleh sertifikasi BPOM di tahun 2022, Sooki sebagai produsen Grofato berupaya menyebarkan produk tersebut untuk masyarakat dengan jangkauan lebih luasguna membantu melahirkan generasi sehat dan cerdas.

Masyarakat tanah air dihimbau untuk mencukupi asupan gizi dan memperhatikan sanitasi atau kebersihan lingkungan untuk menumbuhkan generasi sehat dan cerdas di masa depan.

Baca Juga: Diagnostic Care: Kerjasama BMHS dengan Mayo Clinic Laboratories

Selain produk nutrisi tambahan, BMHS juga telah melakukan beberapa kerjasama untuk menciptakan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi Indonesia. Baca lebih lanjut tentang kerjasama tersebut di sini, CSR mereka di sini, dan informasi aset di sini.

LinkedIn
Facebook
Twitter

Stay in touch with us!

Let’s keep you informed with our latest projects and news.