News
Blog 15 December 2021

Simak Tema dan Sejarah Hari Disabilitas Internasional 2021

Hak penyandang disabilitas mulai mendapat perhatian sejak PBB meresmikan bahwa tanggal 3 Desember dikenal sebagai Hari Disabilitas.

Penetapan tanggal tersebut menunjukkan bahwa penyandang disabilitas juga memiliki hak sebagaimana orang normal lainnya. Meskipun pengakuan ini sudah ada, tetapi dalam kehidupan bermasyarakat masih belum banyak orang memperhatikannya, bahkan menomorduakan warga disabilitas yang sebenarnya sederajat, dan bahkan bisa lebih terampil dari masyarakat normal lainnya.

Salah satu bukti bahwa keterampilan penyandang disabilitas bisa melampaui orang normal yaitu Paralympic Games. Pertandingan ini adalah pertandingan olahraga dengan berbagai variasi untuk atlet yang memiliki kelainan fisik, mental dan sensorik. Pertandingan tersebut menunjukkan bahwa potensi mereka tidak kalah dibandingkan dengan orang normal, sehingga sudah seharusnya ada kesetaraan.

Sejarah Diperingatinya Hari Disabilitas Internasional

Perjuangan untuk perayaan pada tanggal 3 Desember tidak terjadi dengan mudah, bahkan butuh beberapa tahun agar proses tersebut dapat diakui oleh orang-orang di seluruh dunia. Jatuh bangun perjuangan, hingga ditetapkannya tanggal 3 adalah sebuah kemenangan.

Orang-orang dengan keterbatasan fisik dianggap berbeda dibandingkan orang lain jauh sebelum tahun 1992. Berbagai hak dikesampingkan, bahkan tidak jarang perannya sangat marjinal atau bahkan dianggap sebagai abnormalitas (tidak normal) di tengah kehidupan sosial.

Tetapi sejak tahun 1971, kepedulian masyarakat mulai meningkat, mulai ada pemahaman serta empati tinggi terhadap orang-orang yang memiliki keterbatasan fisik tersebut. Ada banyak sekali bentuknya mulai dari gerakan untuk memberi pengakuan terhadap mereka yang memiliki keterbatasan fisik.

Perjuangan tersebut tidaklah berjalan lancar, perlu berbagai tahapan mulai dari diakuinya secara umum oleh PBB pada 1992 sebagai salah satu hari untuk para penyandang kebutuhan khusus, hingga akhirnya menjadi sebuah agenda internasional.

Sejak tanggal 3 Desember 1992 hingga kini diperingati sebagai hari untuk mereka yang memiliki keterbatasan secara fisik agar bisa kembali lagi mendapatkan peran seimbang dalam masyarakat. Gerakan ini tidak sekedar kampanye, tetapi juga program rutin serta terpadu.

Tema Perayaan Hari Disabilitas Tahun 2021 Diwarnai Kekuatan

Ada yang berbeda pada perayaan tahun ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yaitu setelah menghadapi berbagai tantangan, terutama tantangan Covid-19. Dibandingkan orang normal pada umumnya, berbagai hak warga berkebutuhan khusus kurang diperhatikan.

Oleh karena itu, tema pada tahun ini cenderung mengangkat kemandirian serta kekuatan untuk bisa menjadi pembangkit ekonomi. Ada banyak sekali program-program pendukungnya mulai dari pembentukan keterampilan serta kecakapan ekonomi mandiri. Memberikan kesempatan atau peluang agar bisa berperan di masyarakat atau sektor-sektor penting merupakan salah satu langkah atau cara mendapatkan kesempatan bagaimana menghadapi berbagai tantangan global di tahun 2021 hingga 2022 mendatang.

Berbagai pendampingan juga tetap dilakukan sehingga mereka memiliki kepercayaan diri, kemandirian, serta peluang untuk berdaya secara ekonomi. Salah satu yang belum banyak disentuh oleh para penggiat lainnya adalah bagaimana memberikan kesamaan serta advokasi hukum.

Indonesia adalah negara hukum, artinya segala sesuatu haruslah berpatokan pada hukum, mulai dari tata negara hingga hubungan bermasyarakat. Namun belum banyak masyarakat mengenal berbagai aturan yang ada, termasuk teman-teman disabilitas.

Mereka rentan dieksploitasi serta tidak mendapatkan perlindungan, karena pemahaman serta kemampuan hukumnya tidak terbangun. Dengan demikian, penting untuk memberikan advokasi serta bantuan hukum yang merupakan suatu terobosan besar agar kesetaraan hak dapat terjadi.

Berbagai program lainnya juga haruslah tetap berjalan, seperti insentif kebutuhan sehari-hari hingga berbagai keperluan atau dukungan ekonomi lainnya. tujuannya bukan membentuk sifat ketergantungan, tetapi mengurangi beban dan memberi kesempatan untuk berdaya.

Penyandang disabilitas bukanlah sebuah penyakit dalam masyarakat, mereka adalah bagian dari saudara serta rekan Anda. Agar ikatan ini tetap erat terjalin maka peringatan Hari Disabilitas tidak hanya dirayakan, tetapi juga diperjuangkan, dan menjadi refleksi bagi pembuat kebijakan untuk memberi kesempatan yang setara bagi mereka untuk dapat berkembang.

LinkedIn
Facebook
Twitter

Stay in touch with us!

Let’s keep you informed with our latest projects and news.