News
Blog 10 December 2021

Kenali Tujuan dan Prosedur dari Pemeriksaan DSA

Saat ini berkembang berbagai perawatan terhadap stroke salah satunya adalah pemeriksaan DSA atau Digital Subtraction Angiography. Pemeriksaan ini berguna untuk melihat bagaimana kondisi pembuluh darah pada otak dan menyelesaikan permasalahannya.

Setiap tahun kasus stroke meningkat, salah satunya adalah karena adanya penyumbatan pembuluh darah. Sehingga menyebabkan adanya permasalahan serius pada aliran darah ke otak sehingga menyebabkan kerusakan serius, bahkan menyebabkan risiko kematian yang tinggi. Hadirnya pengobatan ini membantu menyelesaikan banyak sekali kasus stroke yang menimpa pasien dengan mengidentifikasikan lokasi penyumbatan pembuluh darah otak.

Prosedur Proses Pemeriksaan DSA Dilakukan untuk Melakukan Pemetaan

Pemeriksaan ini menggunakan sebuah zat pewarna kontras yang akan mengalir dalam tubuh serta dideteksi menggunakan sinar X dan film. Melalui pencitraan tersebut nantinya akan terpetakan potensi masalah pada saluran dan sistem sarafnya. Digital Subtraction Angiography merupakan salah satu cara pemindaian sebelum melakukan operasi. Salah satu operasi yang menggunakan DSA sebelum prosedur adalah operasi tumor otak untuk meminimalisir terjadinya pendarahan serta meningkatkan potensi keberhasilannya.

Dikutip dari IndonesiaRe (2018), penggunakan teknik dan pemeriksaan ini bisa meningkatkan aliran darah otak pada kasus stroke kronis serta memperbaiki asupan darah ke jaringan tersumbat pada otot jantung. Zat pewarna yang digunakan DSA tidak berbahaya bagi tubuh manusia. Setelah prosedur, zat ini akan tersirkulasi dan nantinya akan dibuang melalui sistem ekskresi. Prosedur ini membutuhkan kinerja ginjal yang baik, sehingga cairan bisa dikeluarkan secara utuh. Dengan demikian, pasien harus memiliki ginjal yang sehat sebelum bisa melakukan pemeriksaan ini.

Tujuan dilakukan Pemeriksaan DSA Bagi Pasien

Tujuan utama pemeriksaan ini adalah membantu berbagai proses medis lainnya, seperti untuk pengangkatan tumor. Tetapi secara umum pemeriksaan ini memiliki dua tujuan utama, pertama adalah sebagai alat diagnosis dan kedua adalah alat terapi.

1. Alat Diagnosis

Sebagaimana tujuannya, diagnosis berarti melakukan pemetaan atau mencari tahu sumber masalah pada tubuh pasien. Dokter perlu melakukan pemetaan untuk mengetahui bagian-bagian mana saja yang mengalami kerusakan dengan demikian bisa menentukan penanganan terbaik.

Beberapa hal bisa diketahui melalui tes ini, mulai dari adanya kelainan pada pembuluh darah, apakah ada vaskularisasi tumor, dan masih banyak hal lainnya. Agar hasil pemeriksaan maksimal, Anda perlu melakukan puasa minimal selama 4 jam sebelum pemeriksaannya. Pemeriksaan Hb dan fungsi ginjal adalah wajib agar toxic dalam zatnya bisa dikeluarkan oleh tubuh secara baik.

2. Alat Terapi

DSA juga dapat berfungsi sebagai terapi untuk membantu menangani berbagai abnormalitas pada pembuluh darah, biasanya dilakukan sebelum menjalani operasi. Caranya adalah dengan mengalirkan obat melalui pembuluh darah bersamaan dengan cairan pewarnanya.

Meskipun awalnya pasien ditujukan untuk melakukan diagnostik, Digital Subtraction Angiography juga dapat ditujukan untuk melakukan terapi. Biasanya dilakukan ketika ada masalah seperti aneurisma, DVT, dan stroke, sehingga penggunaan obat bisa tepat sasaran.

Tidak menutup kemungkinan, pada saat menjalani DSA, pasien yang seharusnya melakukan tindakan diagnostik dapat langsung menjalani tindakan terapeutik. Tindakan DSA pada sistem saraf manusia dikenal dengan istilah radiologi intervensi, dan menjadi teknik yang banyak digunakan pada kasus aneurisma dan stroke karena penggunaan obat menjadi lebih tepat sasaran setelah prosedur DSA dilakukan. Selain itu, tindakan ini juga minim risiko.

Pasien stroke iskemik yang dapat menjalani tindakan radiologi intervensi harus memenuhi beberapa kriteria neurointervensi, yaitu:

  1. Tidak berusia lebih dari 86 tahun
  2. Tidak boleh mengalami pendarahan
  3. Tekanan darah relatif normal
  4. Masih dalam periode emas (kurang dari 8 jam setelah serangan terjadi.)

Pada penanganan stroke ini, fokusnya adalah apakah otak masih hidup atau tidak. Jika sel otak sudah rusak, aliran darah yang sudah dilancarkan pun tidak berguna lagi. DSA menggunakan pesawat angiografi radiologi, sehingga harus dikerjakan oleh seorang radiologi profesional dan spesialis. Dengan demikian bisa meminimalisir terjadinya dampak negatif pada keamanan. Selain itu pasien bisa lebih terlindungi dari dampak negatif radiologi.

Kanker, tumor, serta stroke menjadi salah satu penyebab terjadinya kematian pada banyak pasien, namun kini permasalahan tersebut bisa diatasi. Salah satunya menggunakan pemeriksaan DSA yang mampu memetakan serta mengetahui masalah lebih presisi.

LinkedIn
Facebook
Twitter

Stay in touch with us!

Let’s keep you informed with our latest projects and news.