News
Blog 01 December 2021

Kenali Perbedaan Pemeriksaan USG Transvaginal dan USG Abdominal

Banyak orang yang telah mendengar kata USG (ultrasonografi), tetapi tahukah Anda, bahwa ada dua jenis USG? Yaitu USG Transvaginal dan USG Abdominal. Keduanya dapat digunakan untuk melihat bagaimana perkembangan dan kondisi janin dalam kandungan. Perbedaannya, USG Transvaginal merupakan metode pemeriksaan secara internal, sedangkan USG Abdominal dilakukan diari luar tubuh atau eksternal.

Meskipun identik dengan kehamilan, ultrasonografi memiliki berbagai manfaat dalam mengidentifikasi berbagai masalah kesehatan lainnya. USG juga lebih sering digunakan karena tidak memiliki efek radiasi layaknya CT scan atau sinar X.

Ultrasonografi bekerja dengan menciptakan gambaran akan kondisi dalam perut menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi. Melalui gelombang suara tersebut akan terbentuk gambar bagian dalam tubuh termasuk jaringan lunak, sehingga kondisi kesehatan dapat teramati dengan mendetail.

Perbedaan USG Transvaginal dan USG Abdominal

1. Tujuan Pemeriksaan

USG Abdominal umum digunakan untuk memeriksakan janin dalam kandungan, mulai dari jenis kelamin, posisi janin, dan sebagainya. Selain itu juga bisa digunakan untuk memeriksa beberapa organ dalam tubuh lainnya.

USG Transvaginal memeriksa bagian organ reproduksi wanita sehingga tidak hanya dapat digunakan selama masa kehamilan saja, namun juga pada kondisi non-hamil, untuk mengetahui apakah ada masalah di organ reproduksi.

2. Metode Pemeriksaan

USG Abdominal lebih dikenal dengan metode eksternal, karena pemeriksaannya dilakukan di luar tubuh, sedangkan USG Transvaginal dikenal dengan metode internal karena pemeriksaannya dilakukan dari dalam tubuh.

3. Bentuk Pemeriksaan

USG Transvaginal menggunakan transduser yang akan dimasukkan melalui vagina, sedangkan USG Abdominal menggunakan transduser melalui permukaan kulit perut. Ukuran dan prosedur penggunaan alatnya juga berbeda.

Untuk pemeriksaan internal menggunakan transduser berukuran 2 P3 yang dimasukkan dengan  hati-hati melalui vagina untuk mengetahui secara spesifik kondisi organ reproduksinya. Alat akan melihat kondisi leher rahim, rahim, indung telur serta saluran telur, semua informasi tersebut didapatkan secara rinci.

Sementara pemeriksaan eksternal tidak perlu memasukkan alat ke dalam tubuh. Dokter akan mengoleskan gel khusus agar mempermudah alat scanning(pemindaian), juga untuk menghindari adanya gap pada alat, sehingga hasil pemindaian jadi lebih akurat dan jelas.

4. Spesifikasi Pemeriksaan

Kedua pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat bagaimana kondisi bagian dalam tubuh, baik ketika sedang hamil maupun tidak. Perbedaannya terletak dari hasilnya, untuk hasil menyeluruh termasuk organ lainnya sebaiknya menggunakan pemeriksaan USG Abdominal.

Dokter akan menggunakan metode USG Transvaginal apabila memang melihat ada indikasi masalah pada bagian organ reproduksi terkait untuk dipelajari lebih lanjut.

5. Waktu Pemeriksaan

Untuk hasil maksimal, keduanya memiliki waktu khusus pemeriksaannya. Metode eksternal dapat dilaksanakan kapan saja tidak terbatas momen, tetapi hasilnya sangat umum. Sedangkan metode internal membutuhkan waktu spesifik untuk hasil yang optimal. Anda dapat melakukan pemeriksaan pada trimester awal kehamilan atau menjelang masa subur, karena pada masa itu hasil pemindaiannya jauh lebih relevan.

Pemeriksaan kondisi tubuh atau kesehatan menjadi hal penting untuk dilakukan, terutama pada ibu hamil agar janinnya dapat dipastikan berkembang dengan baik. Itulah penjelasan mengenai USG Transvaginal dan USG Abdominal.

LinkedIn
Facebook
Twitter

Stay in touch with us!

Let’s keep you informed with our latest projects and news.